Apa itu Deep Web
Dari
Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Deep Web (juga dikenal dengan
nama Deepnet, DarkNet, Invisible Web, Undernet atau Hidden Web) di Indonesia dapat disebut sebagai Web Mendalam. Deep
Web merupakan bagian dari World Wide
Web tetapi
tidak termasuk ke dalam internet yang dapat dicari dengan
mudah, yaitu dengan menggunakan mesin
pencari web yang
menggunakan indeks mesin
pencari web. Deep Web berbeda dengan Dark Internet, dimana
komputer tidak dapat lagi dijangkau melalui Internet,
atau dengan Darknet yang merupakan jaringan
untuk menukarkan data, yang dapat digolongkan sebagaibagian kecil dari Deep
Web.
Mike Bergman, pendiri
BrightPlanet yang memberikan istilah tersebut,[1] mengatakan bahwa mencari
di Internet pada saat ini dapat
dibandingkan dengan menjaring ikan di permukaan laut: akan mendapatkan banyak
ikan yang tertangkap di jaring, tetapi informasi yang sangat dalam tidak akan
tertangkap.[2] Kebanyakan dari
informasi yang terdapat di jaringan Internet, terkubur sangat dalam situs yang
dinamis, dan mesin
pencari web yang
standar tidak dapat menemukannya. mesin
pencari web yang
tradisional tidak dapat "melihat" atau mengambil data di dalam Deep
Web. Halaman-halaman tersebut dianggap tidak ada hingga mereka tercipta secara
dinamis sebagai hasil dari pencarian secara spesifik. Sejak tahun 2001, Deep
Web telah dinyatakan memiliki ukuran yang lebih besar dari Web biasa.[3]
Ukuran
Ukuran Deep Web
berdasarkan ekstrapolasi yang dilakukan oleh Universitas California, Berkeley pada tahun 2001,[3] memperkirakan bahwa Deep
Web memiliki ukuran sekitar 7,5 Petabita.
Ukuran yang lebih akurat disebutkan dalam penelitian yang dilakukan oleh He, et
al. (2003) mendeteksi sekitar 300.000 situs Deep Web yang ada di seluruh Web
pada tahun 2004,[4] dan menurut Shestakov,
sekitar 14.000 situs Deep Web berada di bagian web Rusia pada tahun 2006.[5]
Penamaan
Jack Oliver, dalam paper
sebuah seminar mengenai Deep Web yang dipublikasikan dalam Jurnal Publikasi
Elektronik, menyebutkan bahwa Jill Ellsworth menggunakan istilahinvisible
Web atau Web yang tidak kasat
mata pada
tahun 1994 untuk mengacu kepada situs web yang tidak teregistrasi
dengan mesin
pencari web apapun.[3] Bergman mengacu kepada
artikel yang diterbitkan pada bulan januari 1996 oleh Frank Garcia:[6]
Situs ini adalah situs
yang didesain dengan baik, tetapi mereka tidak melakukan proses registrasi
dengan mesin pencari web apapun. Sehingga tidak ada yang dapat menemukan
mereka. Secara teknis, situs tersebut merupakan situs yang tersembunyi. Saya
menyebutnya sebagai invisible
Web atau Web yang tidak kasat
mata.
Salah satu awal
penggunaan istilah Invisible
Web adalah
oleh Bruce Mount dan Matthew B. Koll yang berasal dari Library Software, dalam
deskripsi mengenai @1
deep Web toolyang ditemukan pada wawancara press pada bulan Desember
1996.[7]
Penggunaan pertama dari
istilah Deep
Web, sekarang secara umum diketahui berdasarkan kepada
laporan pada tahun 2001 yang ditulis oleh Bergman.[3]
Lihat pula
·
I2P
·
Freenet
·
Gopher
Referensi
1. ^ Wright, Alex (2009-02-22). "Exploring a 'Deep Web' That
Google Can’t Grasp". The New York Times. Diakses
tanggal 2009-02-23.
3. ^ a b c d Bergman, Michael K (August 2001). "The Deep Web: Surfacing Hidden
Value". The Journal of Electronic Publishing 7 (1). doi:10.3998/3336451.0007.104.
4. ^ He, Bin; Patel, Mitesh; Zhang, Zhen; Chang, Kevin
Chen-Chuan (May 2007)."Accessing the Deep Web: A
Survey". Communications of the ACM (CACM) 50 (2):
94–101. doi:10.1145/1230819.1241670.
5. ^ Denis Shestakov (2011).
"Sampling the National Deep Web"
(PDF). Proceedings of the 22nd International Conference on Database and
Expert Systems Applications (DEXA): 331-340, Springer.com. Diakses pada 2011-10-06.
6. ^ Garcia, Frank (Januari 1996). "Business and Marketing on the
Internet". Masthead15 (1). Diarsipkan
dari versi asli tanggal 1996-12-05.
Diakses tanggal 2009-02-24.
7. ^ @1 dimulai dengan isi berjumlah 5,7 terabita, yang diperkirakan
berukuran 30 kali dari jumlah keseluruhan World Wide Web; PLS
(Library Software) kemudian dibeli oleh AOL (American On-Line) pada tahun 1998
dan @1 kemudian ditinggalkan.Personal Library Software (Desember 1996). PLS introduces AT1, the first 'second
generation' Internet search service. Siaran pers. Diakses pada
2009-02-24.
·
Barker,
Joe (Jan 2004), "Invisible Web: What it is, Why it exists, How to find it,
and its inherent ambiguity", Teaching Library Internet Workshops,
Berkeley, CA, USA: UC.
·
Hamilton,
Nigel (2003), The Mechanics of a Deep Net Metasearch
Engine, 12th World Wide Web Conference.
·
He,
Bin; Chang, Kevin Chen-Chuan (2003). "Statistical Schema Matching across Web
Query Interfaces" (PDF). Proceedings of the 2003 ACM
SIGMOD International Conference on Management of Data.
·
Ipeirotis,
Panagiotis G.; Gravano, Luis; Sahami, Mehran (2001). "Probe, Count, and Classify:
Categorizing Hidden-Web Databases" (PDF). Proceedings
of the 2001 ACM SIGMOD International Conference on Management of Data:
67–78.
·
King,
John D.; Li, Yuefeng; Tao, Daniel; Nayak, Richi (November 2007). "Mining World Knowledge for
Analysis of Search Engine Content" (PDF). Web
Intelligence and Agent Systems: an International Journal 5 (3):
233–53.
·
McCown,
Frank; Liu, Xiaoming; Nelson, Michael L; Zubair, Mohammad (Mar/Apr 2006). "Search Engine Coverage of the
OAI-PMH Corpus" (PDF). IEEE Internet Computing 10 (2):
66–73.doi:10.1109/MIC.2006.41.
·
Price, Gary; Sherman, Chris (July 2001). The
Invisible Web: Uncovering Information Sources Search Engines Can't See.
CyberAge Books. ISBN 0-910965-51-X.
·
Shestakov, Denis (June
2008). Search Interfaces on the Web: Querying
and Characterizing. TUCS Doctoral
Dissertations 104, University of Turku
·
Wright,
Alex (Mar 2004), In Search of the Deep Web,
Salon, diarsipkan dari versi asli tanggal 9
March 2007.
·
https://id.wikipedia.org/wiki/Deep_Web
http://gadgetinsideshop.blogspot.com/2015/01/misteri-rahasia-secret-of-deep-web-real.html
ELEKTRO UNIMUS
ELEKTRO UNIMUS

Tidak ada komentar:
Posting Komentar